9 Alasan 9 Juli gw coblos Prabowo Subianto

Indonesia lagi punya gawe 9 Juli ini. Pemilihan Presiden langsung! Ini duel sengit antara Prabowo Subianto-Hatta Radjasa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Hm, milih mana ya?

Prabowo: The Next Indonesian President

Prabowo: The Next Indonesian President

Dulu, pas Pilgub Jakarta, gw pilih Jokowi. Gw kagum, si kerempeng ini penuh terobosan-terobosan yang menjanjikan. Tapi makin ke belakang, makin ga jelas mantan ‘idola’ gw itu. Sempat kepikiran buat golput aja di Pilpres 2014 ini. Bukan, ini bukan soal Jokowi yang dituding pro Kristen, partainya dekat dengan PKI, antek asing dan Aseng. Ga ngaruh semua itu buat gw!

Ada 9 faktor lain yang bikin gw sedikit demi sedikit mantap pilih Prabowo Subianto, kompetitornya. Inilah dia….

1. Karakter Prabowo Subianto ternyata santun dan mengayomi, Coy!

Bukan beringas seperti yang disangkakan selama ini. Mungkin dulu dia memang beringas, sisa-sisa karakter tentaranya. Wajarlah, tentara, apalagi Kopassus, mana boleh terlihat loyo dan humoris. Tapi sekarang, Prabowo udah jauh lebih lembut. Salah satu contohnya pas beberapa kali Debat Capres.

Meski secara wawasan dan kemampuan bicara Prabowo berpeluang ‘membantai’ Jokowi, ternyata sikapnya selalu terlihat menghormati rivalnya itu. Tidak ada pertanyaan-pertanyaan jebakan buat Jokowi (seperti singkatan-singkatan yang macam-macam). Bahkan ketika bertanya, Prabowo selalu sekaligus memberi clue atau multiple choices buat membantu Jokowi menjawab. Karena dia benar-benar ingin mendengar pendapat Jokowi dan menghargainya, bukan mengetesnya seperti dosen penguji skripsi. Gentleman, kan?

2. Jendral-jendral yang tersangkut HAM di pihak Jokowi

Mereka itu atasan-atasan Prabowo. Ga hanya seharusnya bertanggung jawab atas permasalahan-permasalahan HAM yang sebagian dikambinghitamkan ke Prabowo, mereka juga terang-terangan mengolok Prabowo Subianto sebagai psikopat alias orang gila!

Maklum dah, dulu ga begitu bagus hubungan mereka dengan Prabowo. Jadi ada spekulasi mereka merasa gengsi kalo liat Prabowo (si mantan anak buah) yang akhirnya jadi presiden (Panglima Tertinggi TNI).

3. Prabowo Subianto udah kenyang didzalimi

Prabowo difitnah peristiwa penculikan aktivis ‘98, Bom Natal, psikopat, Babinsa dll., tapi tetap diam dan ikhlas. Terbaru, Prabowo dituding money politic dengan memberi uang di nasi bungkus (yang kemudian terbukti gambarnya rekayasa), menyebar surat suara yang ga ada gambar Jokowi-JK-nya (akhirnya disanggah mentah-mentah oleh KPU), dan sebagainya.

Bahkan jauh sebelumnya, Prabowo sudah dikhianati dalam perjanjian Batutulis oleh PDIP (baca: Megawati Soekarnoputri dan Joko Widodo) yang ga dukung pencapresannya sesuai perjanjian. Tapi bagi Prabowo, the show must goes on. Tipe-tipe move on, nih. Beda sama PDI-P yang kalo ga terima langsung main geruduk TV lawannya (Jokowinya sendiri juga mendukung aksi kekerasan itu!).

Ada lagi si Marwan Jafar dari PKB (koalisi PDI juga) yang mau mengepung kantor PKS hanya karena Fahri Hamzah (PKS) mendamprat ide Jokowi dengan kata “Sinting!” di Twitter. Padahal menurut gw, ide membelokkan/menyamarkan sejarah 1 Muharram (hari raya agung, tahun hijrah Rasulullah ke Madinah, sekaligus tahun baru Islam) menjadi Hari Santri itu bukan hanya sinting, tapi juga goblok kuadrat! Eh, dianya marah. Malah ngepung-ngepung kantor PKS segala dengan santri-santri bayaran (sebagian santri itu ada yang beranting). Santri apaan tuh! Anarkis lagi? Capek deh ama pendukung-pendukung Jokowi yang arogan ini.

4. Pihak Jokowi ga tahu balas budi

Sumpah jabatan sebagai Walikota Solo dilanggar. Sumpah jabatan menjadi Gubernur DKI dilupakan. Semua demi mengejar pangkat yang lebih tinggi dan jabatan yang lebih bergengsi. Itu sumpahnya di bawah Alquran lho, kurang apa coba? Orang-orang Jakarta seperti gw susah-susah nyoblos dia di Pilgub, eh, ditinggalin gitu aja. Dia ga mau mengabdi buat kita. Apakah orang-orang ga amanah seperti ini pantas kita jadikan presiden?

Jokowi, Ahok dan Ridwan Kamil jadi gubernur dan walikota diusung Prabowo Subianto tanpa mereka keluar uang. Mereka di-back up untuk melakukan pembersihan birokrasi. Tapi tak sepatah kata terima kasih pun meluncur dari Jokowi. Jangankan pasif mendukung Prabowo sebagai capres, ini malah maju sebagai kompetitornya. Luar biasa, kan! Ini namanya dikasih hati tapi malah kemudian minta kepala.

Sementara itu, Ahok dan Ridwan Kamil jelas-jelas pilih Prabowo pada 9 Juli. Mereka ini beda dengan Jokowi, mereka tahu berterima kasih.

5. Prabowo berprestasi sesuai wilayah kerjanya

Contohnya pembebasan sandera di Mapnduma (Papua), penangkapan agen asing di Papua pada 1984, menaklukkan dan mengumandangkan azan pertama kalinya di gunung tertinggi di dunia Mount Everest, membuat Kopassus disegani dan sempat menjadi nomor 3 pasukan elite terbaik di dunia, membuat kondisi partai yang relatif bersih korupsi dan melarang anggota DPR-nya pelesir ke luar negeri dengan uang rakyat.

Ini prestasi-prestasi yang ga mau diakui pihak Jokowi. Pihak Jokowi maunya, “Tunjukin prestasi Prabowo yang berkaitan dengan Pemerintahan!” Ini pertanyaan dungu, menurut gw. Emangnya dulu SBY juga punya prestasi di Pemerintahan sewaktu pencapresan 2004? Emangnya Soekarno dan Soeharto punya prestasi di bidang Pemerintahan sebelum jadi Presiden? Mikiiiiir…!

6. Prabowo itu filantropi

Jangan salah, diam-diam (bukan rame-rame di media), Prabowo mengangkat 8.000 anak asuh dari Papua (sudah jalan bertahun-tahun). Dia juga sebar ribuan kambing Etawa bibit unggul ke lebih 30 kabupaten untuk kesejahteraan rakyat. Semua ada buktinya kalo loe browsing!

Prabowo juga mengentaskan pengangguran dengan memperkerjakan ribuan orang di Bojong Koneng, Bogor, lingkungan sekitar rumahnya. Itulah kenapa, di sana, Gerindra menang mutlak sewaktu Pileg 2014 kemarin. Karena orang-orang di sana tahu benar siapa Prabowo.

7. Prabowo mampu menjaga kedaulatan negara

Mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad gitu loh! Bukan tentara ‘kantoran’ kayak SBY, Prabowo adalah prajurit yang hampir semua waktunya habis di medan tempur. Bahkan setelah pensiun karena peristiwa politik 1998, dia sempat melatih pasukan elite di berbagai Negara, salah satunya Jordania. Pendeknya, Prabowo Subianto adalah ahli strategi perang!

Jadi kecil kemungkinan terulang cerita Indonesia kehilangan wilayahnya lagi. Seperti pas kita kehilangan Sipadan dan Ligitan (di pemerintahan Mega) dan Timor Timur (di pemerintahan Habibie).

8. Tongkrongan Prabowo lebih cocok jadi Presiden ketimbang pesaingnya

Secara fisik, dia ga kelihatan kurang gizi. Gagah. Gemuk sih, tapi terbukti ga penyakitan. Dia rutin renang dan berkuda, Bos! Secara otak juga cerdas, ga cengengesan, pergaulan internasional mumpuni secara teknis (bisa 4 bahasa asing) maupun nonteknis (orangnya pandai bergaul secara person to person), dan berwibawa. Intinya, ga malu-maluin lah pas hang out bareng para penggede dunia lainnya.

9. Prabowo itu seperti Bruce Wayne-nya Indonesia

Setelah diverifikasi KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi), harta kekayaan Prabowo Subianto terkuak senilai 1,7 trilyun (plus 7,5 milyar dollar) dengan utang hanya 29 juta. Sementara Capres Joko Widodo punya kekayaan hanya 30 milyar (plus 27 ribu dollar) dengan utang sebesar 1,9 milyar rupiah. Praktis, di antara keempat orang itu (Prabowo, Hatta, Jokowi dan Kalla), terbukti yang paling “miskin” adalah Jokowi, sekaligus yang paling banyak utangnya. Data selengkapnya bisa dilihat di sini.

Kalau capres paling miskin sih ga papa. Sederhana? Itu mulia! Tapi capres paling banyak utang? Ngeri, Men! Jangan-jangan, pas menjabat nanti bisa cari akal buat kejar setoran tuh. Belum lagi mental peminta-mintanya. Baru kampanye aja udah meminta-minta ke rakyat, gimana nanti pas jadi presiden? Bisa-bisa pajak digedein, apa-apa dimahalin, diakalin (seperti bus Trans Jakarta) supaya banyak pemasukan.

Tapi udahlah, ga usah bahas capres no. 2…

Yang mau gw sampaiin, Prabowo Subianto ini semacam Bruce Wayne-nya Indonesia. Tokoh Bruce Wayne (seseorang di balik kostum superhero Batman) memang fiktif, tapi Prabowo riil!

Tahu ga sih, Prabowo lahir di keluarga kaya. Bergelimang harta. Tapi malah milih jadi tentara. Sama dengan si tajir Bruce Wayne yang milih jalan susah jadi Batman hanya demi menegakkan keadilan di Gotham City. Prabowo rela mempertaruhkan nyawa buat NKRI. Pas jadi komandan, dia pun tak segan merogoh kocek pribadinya demi kesejahteraan prajurit-prajuritnya. Silakan tanya mantan para anak buahnya di Kopassus dulu. Tanyalah siapapun (kalo loe kebetulan ada kenalan anak buah Prabowo)!

Gw sendiri pernah ngobrol dengan 2 mantan anak buah Prabowo (salah satunya yang pernah menaklukkan Gunung Himalaya). Secara terpisah, mereka mengonfirmasi, Prabowo memang sangat memperhatikan kesejahteraan anak buahnya. Ini bukan mitos.

Begitu pensiun dari tentara, Prabowo milih ngejar posisi presiden yang gajinya cuma 60 jutaan. Dia kampanye, habis puluhan sampai ratusan milyar. Buat apa? Kalau ngincer kekayaan, ngapain? Diem aja dia malah tambah kaya, karena perusahaan-perusahaan gedenya aktif mengirimkan profit di dalam dan luar negeri. Oya, isu hoax tentang utangnya PT Kiani yang mencapai trilyunan tidak terbukti. Dibantah oleh KPK (lewat verifikasi utang-utang capres di atas). Clear, ya?

Nah, terus kenapa Prabowo mau susah-susah jadi presiden?

Dari saat jadi tentara sampai jadi capres sekarang, gw menduga, Prabowo cinta banget sama Indonesia. Makanya dulu pas ditawari kewarganegaraan Jordania, dia menolak halus. Prabowo ingin tetap berkewarganegaraan Indonesia, karena menyimpan ambisi memajukan Indonesia!

Jadi yakinlah, di bawah Prabowo Subianto yang ga punya hasrat apa-apa selain kecintaannya pada tanah air, Indonesia akan masuk ke masa emasnya lagi. Pimpinan satu ini terbukti tegar ketika diterpa fitnah-fitnah kejam, terbukti masih hidup ditempa alam paling keras di Indonesia sewaktu menyetorkan nyawanya sebagai tentara garis terdepan, dan teruji keikhlasannya membangun negeri (pikir sekali lagi, sudah kaya raya ngapain buang-buang duit buat jabatan Presiden yang melelahkan dan gajinya ‘cuma’ sekitar 60 juta?).

Itu 9 alasan gw. Jadi, 9 Juli ntar, Prabowo Subianto pilihan gw. Dengan begitu, gw mengamankan suara gw tempo hari saat memilih Jokowi sebagai Gubernur DKI.

One thought on “9 Alasan 9 Juli gw coblos Prabowo Subianto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s